Jumat, 10 Januari 2020

Peran Lembaga Sosial Dalam Penuntasan Kemiskinan Di Indonesia


Indonesia merupakan negara yang luas dan kaya dengan segenap kekayaan yang dimilikinya, kurang lebih ada 260 juta orang yang menajda warga negaranya. Indonesia memiliki alam yang subur, banyak pegunungan dan dikelilingi oleh lautan. Kondisi alam Indonesia disatu sisi subur dan memiliki potensi untuk mencapai kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.

Kondisi alam Indonesia yang terdiri dari dua musim serta dikelilingi lautan dan banyak pegunungan memiliki banyak pegunungan berpotensi tinggi akan terjadinya bencana alam seperti tsunami, gunung meletus, banjir, longsor dan bencana alam lainnya. dimana dengan bencana yang terjadi tersebut, tidak sedikit warga yang harus rela kehilangan keluarga sampai harta benda yang dimilikinya.

Selain potensi bencana alam yang selalu ada, angka kemiskinan Indonesia juga tergolong cukup tinggi, berdasarkan data dari BPS pada maret 2019 angka kemiskinan Indonesia mencapai 25,14 juta orang. Hal ini jelas berbanding terbalik dengan segala kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia dari sabang sampai meuroke. Entah siapa yang salah, yang jelas kemiskinan merupakan beban kita bersama sebagai warga negara.

Bencana alam dan kemiskinan tidak selamanya menajdi beban bagi para korban bencana ataupun orang miskin tersebut dan bukan juga beban pemerintahan, meskipun seharusnya pemerintahan harus bisa mengatasinya dengan mengeluarkan berbagai kebijakan yang bisa mengurangi angka korban bencana alam dan kemiskinan tersebut.

Penanganan benca alam dan kemiskinan merupakan beban bersama dan harus menajdi tanggung jawab bersama. Dalam mewujudkan hal itu, munculah lembaga-lembaga sosial ataupun yayasan yang berpogram pemberdayaan yatim dan dhuafa, dimana salah satu goals terbesarnya adalah terwujudnya masyarakat sejahtera, mandiri serta terampil.

Dimana dengan kemandirian dan keterampilan yang dimiliki oleh warga tersebut dapat mengurangi angka kemiskinan dari masa ke masa, selain itu harapan lainnya adalah warga yang telah dibina dan memiliki keterampilan serta kemandirian tersebut kedepannya dapat menjadi penolong orang lain yang membutuhkan juga dengan segenap kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya.

Dalam penuntasan kemiskinan di negeri ini lembaga-lembaga sosial telah membangun banyak program yang bisa membentuk kemandirian dan meningkatkan keterampilan dalam masyarakat. Misalnya dengan mengadakan program peternakan bersama, dimana dalam program tersebut warga diberikan kepercayaan untuk mengurusi hewan ternak dengan upah yang cukup dan jika kemudian hari hewan ternak itu berkembang biak, maka warga tersebut mendapat sebagian dari hasil perkembang biakan tersebut.

Selain dalam peternakan dalam pertanian juga demikian, warga diberikan kesempatan untuk meningkatkan keterampilannya dan jika mendapatkan hasil ia akan mendapatkan bagian. Sehingga dengan demikian diharapkan keterampilan warga dapat meningkat dan kedepannya bisa mandiri dengan keterampilan serta modal yang dimilikinya tersebut.

Selain dalam sektor diatas, lembaga-lembaga sosial juga memiliki peran yang cukup besar dalam penuntasan kemiskinan lewat jalur pendidikan. Dalam hal ini, lembaga-lembaga tersebut mengadakan program beasiswa pendidikan yang dikhususkan kepada anak yatim dan dhuafa. dengan demikian bagi anak yatim dan dhuafa tidak ada lagi alasan untuk tidak mengikuti jenjang pendidikan dikarenakan faktor ekonomi yang ada.

Berdampingan dengan program beasiswa yang diberikan kepada orang yang kurang mampu, program pendukung lainnya adalah dengan mengadakan pelatihan-pelatihan keterampilan seperti, pelatihan public speaking (berbicara), keterampilan Bahasa asing (arab dan inggris), pelatihan IT, dan pelatihan minat bakat lainnya, sehingga yang didapatkan oleh para penerima beasiswa tersebut tidak hanya biaya pendidikan, melainkan skill-skill yang dapat menunjang kehidupannya dimasa yang akan datanng.

Template by : kendhin x-template.blogspot.com